"Siswa sekarang merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu proses pembelajaran juga harus melibatkan teknologi. Pengajar menjadi fasilitator, sementara siswa didorong untuk aktif berdiskusi dan berpikir kritis," jelas Kasepolwan Lemdiklat Polri Kombes Melda Yanny.
Diketahui ada 8 siswa mengikuti ASEAN Games di Jepang, sedangkan satu siswa mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China dan Chili. Berikut daftar para siswa dan ajang olahraga kelas dunia yang diikuti:
1. Nabila (cabang olahraga tinju di ASEAN Games Jepang)2. Fatma Sri Hapsari (cabang olahraga hockey di ASEAN Games Jepang)3. Dea Destian (cabang olahraga hockey di ASEAN Games Jepang)4. Natasya Naiborhu (cabang olahraga hockey di ASEAN Games Jepang)5, Richa Azlia (cabang olahraga hockey di ASEAN Games Jepang)6. Asri Dewi Prasasti (cabang olahraga hockey di ASEAN Games Jepang)7. Innes Aditiya (cabang olahraga hockey di ASEAN Games Jepang)8. Ayustina Delia Priatna (cabang olahraga Balap Sepeda di ASEAN Games Jepang)9. Kadek Adi Asih (Kejuaraan Dunia Panjat Tebing)
"Prestasi jangan berhenti sebagai piala. Jadikan prestasi sebagai modal untuk terus belajar dan berkembang. Kalian harus terus meningkatkan kemampuan karena tantangan Polri ke depan semakin kompleks," pesan Komjen Dedi.