NADIKABAR.COM β€” Perum Perumnas menyampaikan proyek revitalisasi Rumah Susun (Rusun) Klender, Jakarta Timur, saat ini memasuki tahap feasibility study untuk memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan daya serap pasar.

Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan, Perumnas mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merencanakan pembangunan, termasuk dengan mengkaji potensi permintaan pasar dan preferensi masyarakat terhadap hunian.

β€œKarena menyediakan layanan rumah yang baik itu juga harus disertai serapan pasarnya seperti apa, mereka (masyarakat) suka hunian yang seperti apa,” kata Imelda saat dijumpai ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, Perumnas akan melakukan riset pasar untuk menentukan komposisi hunian yang sesuai dengan kebutuhan warga di Rusun Klender. Hasil kajian tersebut juga akan menjadi dasar penentuan jumlah menara (tower) yang dibangun.

Revitalisasi Rusun Klender diperkirakan mengubah kawasan tersebut menjadi 12–14 tower. Namun, jumlah tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil feasibility study, termasuk tingkat kepadatan kawasan, potensi permintaan, dan luas hunian yang ideal bagi masyarakat.

Revitalisasi ini akan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 10 hektare. Bangunan rusun yang berasal dari era 1980-an dinilai mengalami penurunan kondisi fisik sehingga diperlukan revitalisasi dengan konsep hunian vertikal modern yang lebih tinggi.