NADIKABAR.COM — Ada kelegaan di wajah Jasmine Azzahra Setyobudi setelah melewati garis finis. Medali perunggu kembali berada di tangannya, meski pebalap BMX itu sebelumnya sempat melihat namanya di posisi kedua pada layar hasil pertandingan.
Jasmine akhirnya harus puas dengan posisi ketiga. Namun, kali ini medali perunggu terasa lebih dari sekadar hasil perlombaan.
Ada proses panjang di baliknya: cedera, jatuh, kembali berlatih, lalu jatuh lagi. Ada pula rasa sakit yang belum sepenuhnya hilang ketika ia harus kembali berdiri di garis start.
"Alhamdulillah, sekarang bisa dapat, bisa mempertahankan bronze medal," kata Jasmine di Nagoya Velodrome BMX Race Course pada Senin (28/9).
Perjalanan menuju Asian Games 2026 di Jepang memang tidak mudah baginya. Ia menjalani operasi pada Januari dan baru mulai berlatih kembali sekitar April. Namun, belum lama berlatih lagi, Jasmine kembali mengalami insiden yang membuat persiapannya harus dimulai lagi.
Dalam kondisi seperti itu, target untuk kembali ke performa terbaik tentu bukan perkara mudah. Jasmine bahkan tidak mengikuti kejuaraan dunia di Australia karena merasa kondisinya belum sepenuhnya kembali seperti sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, dukungan orang-orang terdekat menjadi penting. Teman, pelatih, dan keluarga terus menjaga semangatnya. Dorongan mereka menjadi bekal sebelum Jasmine memasuki lintasan.
Ketika saatnya bertanding tiba, ia memilih untuk tidak memikirkan terlalu banyak hal.
Pada babak awal, Jasmine bersama rekan senegaranya, Amellya Nur Sifa, memilih bermain aman. Mereka tidak mengambil risiko berlebihan dan fokus memastikan tempat di final.