Menurut dia, digitalisasi industri energi perlu diimbangi dengan penguatan sistem keamanan untuk mengantisipasi risiko kebocoran data rantai pasok, manipulasi dokumen pertambangan, penyimpangan distribusi subsidi energi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur strategis nasional.
Dalam mendukung hal tersebut, Peruri mengembangkan teknologi identitas digital, autentikasi, sertifikat elektronik, pengamanan transaksi, serta sistem ketertelusuran digital.
Teknologi tersebut dinilai berpotensi memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar, meningkatkan ketepatan verifikasi penerima subsidi, serta menjamin keamanan dokumen dan transaksi komoditas mineral maupun batu bara.