Menurut Heri, ruko tersebut mulai digunakan sekitar awal 2026. Sebelumnya, perusahaan-perusahaan yang menggunakan alamat tersebut disebut berada di lokasi lain.

"Di sini memang ada beberapa perusahaan. Untuk aktivitas sehari-hari, yang rutin di sini bukan dari PT Indo Universia," imbuhnya.

Heri juga menyebut aktivitas yang berkaitan dengan konsultasi pendidikan tidak terlihat berlangsung secara tatap muka di ruko tersebut. Informasi yang diperoleh, kegiatan konsultasi maupun pelayanan lebih banyak dilakukan secara online.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena PT Indo Universia disebut dalam kasus dugaan penipuan beasiswa yang dilaporkan seorang ibu rumah tangga berinisial IYW di Kota Malang.