NADIKABAR.COM — Perusahaan teknologi iklan asal Israel dilaporkan terlibat dalam pemasangan perangkat mata-mata (spyware) pada perangkat yang menargetkan jurnalis, antara lain staf media asal Qatar, Al Jazeera. Pihak Al Jazeera pun berang.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (16/10/2026), investigasi oleh Citizen Lab mengungkap puluhan perangkat milik Al Jazeera telah terinfeksi perangkat lunak berbahaya (malware) yang disisipkan melalui iklan. Perusahaan teknologi iklan asal Israel, Discover-Tech, disebut berperan dalam menempatkan perangkat mata-mata pada puluhan perangkat yang digunakan oleh Al Jazeera dan perusahaan lainnya.

Al Jazeera Media Network menyatakan mereka mengutuk serangan perangkat mata-mata yang menargetkan sejumlah stafnya dan berjanji untuk terus melindungi karyawan serta sistem mereka. Jaringan media tersebut menegaskan menargetkan jurnalis merupakan serangan terhadap kebebasan pers dan menuntut agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

Investigasi oleh Citizen Lab, yang bermula dari penyelidikan internal awal oleh Al Jazeera, mengonfirmasi perangkat mata-mata buatan Candiru (sebuah perusahaan asal Israel yang masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2021 karena aktivitas siber berbahaya) telah disusupkan ke dalam perangkat-perangkat tersebut. Penyusupan ini menggunakan metode yang dikenal sebagai 'zero-click' (tanpa perlu klik pengguna) melalui iklan yang ditargetkan secara khusus.