Para jurnalis Al Jazeera termasuk di antara jutaan orang yang perangkatnya menjadi target-termasuk beberapa jurnalis yang meliput topik-topik sensitif. Tim teknologi internal Al Jazeera pertama kali menemukan pola yang tidak biasa pada perangkat yang digunakan oleh sejumlah jurnalis pada tahun 2024.

Pola itu disebut terus berlanjut hingga tahun 2025. Al Jazeera kemudian menghubungi Citizen Lab untuk melakukan investigasi lebih mendalam terkait kecurigaan mereka bahwa perangkat lunak mata-mata (spyware) menjadi penyebab aktivitas tersebut.

"Analisis terhadap log jaringan yang diberikan oleh Al Jazeera kepada Citizen Lab, yang dikumpulkan selama periode serangan, menunjukkan jejak waktu yang jelas mengenai bagaimana serangan itu dijalankan," ujar tim yang berbasis di University of Toronto tersebut dalam laporan yang diterbitkan pada hari Kamis.

Dalam laporan terpisah, perusahaan keamanan periklanan Confiant yang berbasis di New York menyebutkan beberapa iklan dari Discover-Tech juga muncul di jaringan-jaringan krusial yang digunakan oleh Pentagon, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di bawah PBB, serta Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Perangkat lunak mata-mata buatan Candiru sebelumnya telah digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap setidaknya 100 jurnalis, pihak oposisi, dan individu lainnya di berbagai negara.