Produknya sendiri dibandrol dengan harga retail Rp110.000 per liter dan untuk 1 hektare tanah butuh 5 liter biostimulan, sedangkan bila membeli dalam jumlah besar harganya menjadi Rp90.000 per liter.

"Selain perusahaan besar, kami juga menargetkan petani kecil yang sesungguhnya paling membutuhkan biostimulan ini, tapi mereka harus diedukasi dan tentu biayanya mahal dan tidak mudah padahal makanya kami butuh pendanaan dari 'Bicester Collection'," ungkap Azalea.

Selain menyuburkan tanah, Azalea menyebut rumput laut itu juga bagus untuk laut karena menyerap nitrogen dari laut (reduce ocean eutrophication) mengingat saat ini kandungan nitrogen sudah terlalu banyak di laut, salah satunya akibat banyaknya penggunaan pupuk buatan.

Manfaat lain adalah memberdayakan petani rumput laut di NTT, termasuk petani perempuan sehingga mereka tidak perlu bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.

Azalea dengan "Birufinery" menjadi salah satu finalis asal Indonesia dalam ajang kompetisi kewirausahaan sosial dunia "The Unlock Her Future 2026" yang diselenggarakan jaringan pusat perbelanjaan barang mewah global "The Bicester Collection".

The Bicester Collection adalah perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang ritel mewah dan pariwisata belanja yang saat ini mengelola 12 destinasi wisata belanja mewah terbuka (shopping villages) di London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou dan New York.

Pada 2026, ada 12 finalis yang berasal dari negara-negara di kawasan Asia Timur dan Tenggara, termasuk dari Indonesia yang berkompetisi untuk mendapat dukungan pendanaan hingga 100.000 dolar AS, disertai pendampingan (mentoring) profesional, pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan, jaringan bisnis internasional maupun eksposur media.