Dari Indonesia, ada Azalea Ayuningtyas melalui "Birufinery" yang mengolah rumput laut menjadi biostimulan untuk pertanian; Celia Siura melalui "Bumbi" yang memproduksi popok dan pembalut kain; serta Jihan Alfiyyah Munajat melalui "HerLens" yang memanfaatkan AI untuk membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks bagi perempuan di pedesaan.

Dalam puncak acara pada Jumat (23/10), Azalea Ayuningtyas dan Jihan Alfiyyah Munajat diumumkan sebagai dua dari empat pemenang kompetisi tersebut. Dua orang pemenang lain adalah perwakilan dari China, Kyle Li melalui "38 Fixers" yang melatih perempuan menjadi teknisi perbaikan rumah dan Nhung Tran Huyen dari Vietnam melalui "Tham Nhung Social Enterprise" yang menyediakan dukungan kesehatan mental dan bantuan hukum bagi pekerja migran perempuan di lingkungan pabrik.

Selain itu, juri juga memberikan "Hanourable mention" kepada dua finalis lain yaitu Jieun Lee dari Korea Selatan melalui "Giboo" yang membuat AI untuk menghubungkan penyandang dana filantropi dan program sosial yang butuh pendanaan serta finalis Thailand Prangthong Tiengkate karena mengembangkan "Bamboo Family Market" yaitu pasar kerajinan komunitas yang telah memberdayakan lebih dari 60 perempuan pengrajin.

Pada acara puncak itu hadir juga aktris, produser film, dan aktivis lingkungan asal China Li Bingbing yang memberikan pesan kepada ke-12 finalis agar dapat menghadapi berbagai kesulitan di masa depan.

"Berdasarkan pemahaman saya saat ini, hal yang paling saya syukuri dalam perjalanan hidup saya adalah berbagai kesulitan, kegagalan, dan penderitaan yang pernah menghantam saya dengan begitu keras. Hanya melalui pengalaman-pengalaman itulah seseorang dapat menjadi lebih kuat dan matang," kata Li Bingbing.

Penyelenggara kompetisi adalah The Bicester Collection yang mengelola 12 destinasi wisata belanja mewah terbuka (shopping villages) di London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou dan New York yang dikunjungi lebih dari 50 juta orang setiap tahun.