Ketua Umum DPP Perwatusi Anita A Hutagalung pada kesempatan yang sama mengungkapkan pencegahan dini merupakan kunci utama agar masyarakat dapat mempertahankan kemandirian fisik hingga usia senja.
"Dari keropos tulang ini tentunya yang kita takutkan adalah patah tulang akibat osteoporosis, itu yang selalu kita gaungkan, jaga tulang, jaga ototmu, kuatkan ototmu ya untuk kita dapat bahagia di hari tua dan dapat mandiri di hari tua," ujar Anita.
Untuk menangkal ancaman keropos tulang secara terstruktur, Anita mengungkapkan Perwatusi memperluas program edukasi yang dirancang khusus untuk anak-anak, remaja, ibu muda, hingga lansia melalui latihan fisik terukur seperti chair exercise (senam kursi).
Perwatusi juga melancarkan gerakan sosialisasi digital melalui senam virtual yang telah menembus 925 episode dengan jangkauan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, seperti Malaysia dan Virginia, Amerika Serikat.
Selain itu, Perwatusi menargetkan pencetakan 500 instruktur terkompetensi setiap tahunnya untuk memperkuat penetrasi informasi di daerah, dengan Jawa Barat sebagai salah satu fokus konsentrasi pengembangan program sepanjang tahun 2026.
Ketua TP PKK Jawa Barat sekaligus Ketua DPD Perwatusi Jabar Samantha Dewi menyatakan, edukasi kesehatan tulang disuntikkan secara masif dari lini terdepan melalui jejaring keluarga.