Saat itu, dia mengatakan 'Jangan terlihat melek, tapi ternyata tidur'. Melek yang dimaksud adalah memiliki kesadaran atas tugas, tanggung jawab dan permasalahan. Sebaliknya, tidur yang dia maksud adalah tak acuh alias tak peduli.

"Jangan cuma kelihatan melek ya. Karena banyak yang (kelihatannya) melek, tapi tidur. Ada yang (kelihatan) tidur, tapi melek," kata Menteri Agus kepada jajaran saat memimpin Panen Raya Serentak, yang terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat pada Kamis (15/1).

Saat itu, Agus mengatakan seseorang yang benar-benar hidup, akan menumbuhkembangkan dirinya. Dia berharap pegawai imigrasi dan pemasyarakatan sadar betul peran dan tanggung jawab sebagai abdi negara, yaitu berkontribusi untuk masyarakat dan negara.

"Jadi rekan-rekan masih menggunakan seragam dan amanah jabatan yang dititipkan oleh Yang Maha kuasa kepada kita, lakukan apa yang bisa kita lakukan. Walaupun itu hal kecil, selama bisa memberikan solusi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat," ujarnya saat itu.

Hal serupa juga disampaikannya saat pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjenim) dari Yuldi Yusman kepada Hendarsam Marantoko, 1 April lalu. Saat itu, Agus menyinggung soal kontribusi jajarannya untuk masyarakat.