Diketahui, kehadiran Prabowo menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Presiden RI membuka sekaligus menutup Muktamar NU.
Prabowo sebelumnya membuka Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Surapati, Desa Tambakrejo, Jombang, pada Kamis (27/8). Muktamar NU berlangsung selama lima hari, yakni 27-31 Agustus 2026.
Dalam kesempatan ini, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga hadir, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Budi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Sebelum penutupan Muktamar, sembilan ulama yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menggelar sidang tertutup di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Senin pagi.
Sidang tersebut digelar pukul 06.20 WIB sampai 07.00 WIB untuk memilih Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 dari lima nama yang diusulkan para muktamirin.
Kelima nama tersebut yakni KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.