NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menjawab ancaman lembaga penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap Indonesia. Prabowo justru menegaskan tidak takut dengan ancaman MSCI.
Dirangkum NadiKabar, Kamis (22/10/2026), Prabowo menjawab ancaman MSCI yang hendak menurunkan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Jika ancaman itu benar-benar dilakukan, pasar modal Indonesia berpotensi kehilangan aliran dana asing yang sangat besar.
Dilansir Reuters, aksi jual investor asing yang secara langsung mengakibatkan arus keluar dana (capital outflow) sudah terjadi sejak Jumat (16/10) lalu, sesaat setelah MSCI mengusulkan penurunan status pasar modal Indonesia. Hari itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok hingga 11,6%.
Setelahnya pada perdagangan Senin (19/10), IHSG kembali melemah dan ditutup turun hingga 3,6%. Penurunan gabungan dari dua hari perdagangan ini dinilai lebih curam daripada penurunan mana pun selama krisis keuangan Asia 1998. Bahkan indeks saham Garuda itu juga tercatat mencapai titik terendah enam tahun selama sesi tersebut.
Sementara itu dalam laporan Reuters lainnya, sejumlah bank lain memperkirakan langkah penurunan klasifikasi Indonesia oleh MSCI ini dapat memicu arus keluar pasif sebesar US$ 3-6 miliar atau Rp 54-108 triliun.