Gede Sentane mengaku sempat tidak percaya dengan kabar tenggelamnya KM Virgo pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Sebab, ia terakhir kali bertemu dengan Angga pada pekan lalu, sebelum sang anak kembali bekerja di KM Virgo.

"Saya awalnya nggak percaya, karena Jumat kemarin dia balik (ke Mataram). Terus saya lihat (berita), benar ternyata itu kapal anak saya. Kami hubungi kantornya, disuruh menunggu. Tapi sampai tiga hari ini nggak ada nama anak saya yang dievakuasi selamat," ujarnya.

Berdasarkan informasi terakhir yang didapatkan Gede Sentane, Angga bersama teman kapalnya melompat ke laut saat kapal akan terbalik. Anaknya dipastikan menggunakan pelampung saat berada di tengah laut.

"Saya dapat informasi ini dari temannya yang diajak terjun, temannya selamat dan sekarang ada di RS Banjarmasin. Katanya dia sama anak saya bergelantungan di sekoci," terangnya.

"Harapan saya, anak saya bisa ketemu. Bisa kumpul lagi sama anak istrinya. (Kasian) anak-anaknya masih kecil. Yang paling besar usia 3 tahun, dan yang kedua mau masuk 5 bulan," tuturnya.

Dilansir NadiKabar.com, Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang terbalik dan tenggelam usai menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Berdasarkan data dari Basarnas dan Kemenhub, ada 114 korban yang telah dievakuasi.

Dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (14/9), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anam, 126 sopir dan kernet beserta 89 unit muatan kendaraan.

Menteri Perhubungan RO Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.