NADIKABAR.COM — Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (Fasida) Jawa Timur menyampaikan pernyataan resmi terkait jatuhnya pesawat capung di Blora. Fasida mengungkap pesawat sempat singgah di Bandara Adisutjipto Jogja dan menjalani pengecekan.
"Pada saat landing di Adisutjipto pesawat ini masih dalam keadaan dan kondisi baik dan siap terbang dan pengecekan sebelum melaksanakan penerbangan kembali ke Lanud Abdulrahman Saleh," kata Ketua Umum Fasida Jatim, Marsma TNI Reza R.R Sastranegara melalui pernyataan resminya yang diterima NadiKabar, Senin (7/9/2026).
Dia mengatakan bahwa pesawat yang jatuh merupakan Pesawat Swayasa Bermotor dengan nomor registrasi Papa Kilo Suara (PK-S) 360. Dia mengatakan pesawat terbang dari Pangandaran hendak kembali ke Malang.
"Pesawat tersebut memang di rencanakan kembali setelah meramaikan kegiatan Pangandaran Air Show dengan rute Pangandaran lanjut AdisutjiptoYogjakarta lalu kembali home base Lanud Abdurochman Saleh Malang," jelas Reza
Pesawat kemudian lepas landas dari Bandara Adisutjipto sekitar pukul 12.07 WIB, direncanakan tiba di home base Lanud Abdulrachman Saleh pukul 15.42 WIB. Selang beberapa waktu setelah take off, pihaknya mendapat kabar pesawat Swayasa Bermotor jatuh di lahan tembakau di Blora.
"Pukul 13. 27 kami menerima informasi bahwa Pesawat Swayasa Bermotor Papa Kilo Suara (PK-S) 360 melaksanakan pendaratan darurat di Kabupaten Blora disebabkan ada kerusakan mesin lase power. Sehingga pendaratan darurat jadi opsi prosedur yang telah ditentukan," jelas dia.
"Setelah melakukan pendaratan darurat kemudian terbakar mengalami total loss," imbuhnya.
Dia memastikan awak pesawat bernama Dhony Vasmin A sebagai pilot dan Co-pilot Ignatius Andreas selamat. Keduanya telah melakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas Ngawen.
"Alhamdulillah untuk kedua pilot pesawat tersebut dalam kondisi sehat walafiat. Namun demikian pesawat setelah melaksanakan pendaratan darurat terbakar dan mengalami total loss," bebernya.
Penyebab terjadinya kerusakan masih didalami, pihaknya masih melakukan pendataan dan menganalisa. Kecelakaan di Ngawen Blora menjadi evaluasi sebagai langkah antisipasi ke depannya.
"Langkah selanjutnya yang akan kami ambil adalah tentunya menghimpun data serta melihat dan menganalisa. Dan insyaallah kita bisa mencari penyebab terjadinya kerusakan pada mesin pesawat swayasa bermotor. Sehingga hal ini bisa menjadikan satu hal yang baik yang akan kita gunakan untuk mencegah kejadian ini serupa terjadi di kemudian hari," terang Reza.
Sebelumnya, pesawat capung jenis Aero Port Sky Ranger mendarat darurat di area persawahan di Desa Sarimulyo, Ngawen, Blora pada Minggu (6/9) sekitar pukul 12.10 WIB. Pesawat capung kemudian ludes terbakar.