Usai insiden tersebut, ratusan awak pesawat dari negara-negara yang dianggap musuh telah terbang ke Israel. Israel menganggap hal itu menimbulkan risiko keamanan yang besar.

Channel 12 melaporkan intelijen Israel melaporkan kewarganegaraan pilot tersebut kepada otoritas bandara. Laporan itu menjadi dasar pejabat keamanan dan Kementerian Transportasi melarang penerbangan tersebut mendarat. Pesawat itu kembali ke Addis Ababa.

Pilotnya kemudian diganti, sebelum berangkat lagi dan mendarat di Tel Aviv. Ethiopian Airlines menggambarkan insiden tersebut sebagai sebuah kesalahan, dengan mengatakan bahwa mereka tidak menyadari bahwa pilotnya dilarang mengoperasikan penerbangan ke Israel.