Pada 27 September, lima warga Inggris ditangkap di dekat pangkalan udara tersebut karena dicurigai melakukan pelanggaran atas Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.

Pada 1 Oktober, seorang warga Inggris berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran ditangkap dalam kasus tersebut, tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan.

RAF Fairford adalah satu-satunya pangkalan di Eropa yang menjadi markas pendaratan pesawat pengebom strategis AS.

Pangkalan tersebut pernah digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Irak dan bekas Yugoslavia.