NADIKABAR.COM — Pesawat TNI Angkatan Udara hari ini membawa 1,2 ton dry ice (es kering) ke Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru yang digunakan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“OMC mulai dilakukan kembali dengan menggunakan penyemaian dry ice dikombinasikan garam (NaCl), hari ini 1,2 ton dry ice tiba diangkut pesawat TNI AU,” kata Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru, Rabu.

Untuk menyimpan dry ice tersebut, dua kontainer khusus juga diangkut pesawat TNI AU yang di tempatkan di Lanud Sjamsudin Noor untuk selanjutnya digunakan BMKG sesuai kebutuhan.

Danlanud menjelaskan dry ice disebar dari pesawat untuk memecah lapisan inversi atmosfer yang menahan asap karhutla di dekat permukaan.

Kemudian mencairkan hambatan udara sehingga memicu pembentukan awan hujan.

Selanjutnya jika awan hujan terbentuk maka dilakukan penyemaian garam untuk mempercepat turunnya hujan.

Hilman mengungkapkan pula OMC menjadi perintah langsung Presiden Prabowo Subianto yang kemudian ditindaklanjuti Panglima TNI dan Kasau dengan pengerahan armada pesawat sesuai kebutuhan.

Saat ini pesawat CASA NC212 disiagakan sebanyak tiga unit serta tiga unit pesawat Cessna Caravan untuk OMC di Kalimantan dengan Lanud Sjamsudin Noor berdiri terdepan untuk menyukseskan seluruh agenda operasi penerbangan.

“TNI Angkatan Udara melaksanakan instruksi presiden dengan masif lewat pengerahan kekuatan secara optimal,” tambahnya.