Pada 14 Agustus 2022, Kementerian Kesehatan meluncurkan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI). Pusatnya ada di Gedung Eijkman, kompleks RSCM Jakarta, dan tujuannya membawa kedokteran presisi ke layanan kesehatan sehari-hari.

Kedokteran presisi, sederhananya, adalah pengobatan yang disesuaikan dengan profil genetik masing-masing orang.

BGSI berfokus pada enam bidang: kanker, penyakit infeksi seperti tuberculosis, penyakit otak dan saraf, penyakit metabolik seperti diabetes, kelainan genetik dan penyakit langka; serta penuaan dan kebugaran.

Sampai awal 2026, program ini sudah melibatkan lebih dari 20 ribu peserta dan menghasilkan sekitar 16.000 data genom utuh, dengan dukungan jejaring sepuluh rumah sakit.

Data ini penting karena sebagian besar data genetik dunia selama ini berasal dari populasi Eropa dan Amerika Utara, sementara Indonesia memiliki ratusan suku dengan latar genetik yang sangat beragam.