NADIKABAR.COM — Musim baru NBA 2026/2027 tinggal menghitung hari. Setelah New York Knicks mengakhiri penantian selama 53 tahun dengan merebut gelar juara musim lalu, kini pertanyaannya beralih ke "apakah musim ini mereka bisa mengulanginya, atau akan muncul juara baru?

NBA 2026/2027 resmi dimulai pada Selasa, 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat. Bagi penonton Indonesia, tiga pertandingan pembuka tersebut akan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober pagi WIB.

Jika menggunakan Central Time (CT) sebagai acuan waktu pusat Amerika Serikat, jadwal opening night adalah sebagai berikut:

Laga terakhir tentu menjadi salah satu yang paling ditunggu karena mempertemukan dua tim yang baru saja bertarung di final Wilayah Barat musim lalu. Sementara itu, pertandingan Knicks melawan 76ers akan menjadi panggung pertama bagi sang juara bertahan untuk mengangkat banner sekaligus membuka era baru dengan sejumlah perubahan besar di liga.

Knicks datang sebagai tim yang harus dikalahkan

Sulit membicarakan kandidat juara musim ini tanpa memulai dari New York Knicks.

Pada musim 2025/2026, Knicks akhirnya mengakhiri puasa gelar sejak 1973. Jalen Brunson dan kawan-kawan menaklukkan San Antonio Spurs 4-1 di NBA Finals, setelah sebelumnya melewati perjalanan playoff yang luar biasa.

Knicks bahkan mencatat 13 kemenangan beruntun di playoff dan finis dengan selisih poin +283, angka yang menjadi rekor terbaik sepanjang sejarah postseason NBA. Brunson kemudian dinobatkan sebagai Finals MVP setelah tampil sebagai motor utama serangan New York.

Yang menarik, Knicks tidak melakukan perubahan besar pada kerangka tim. Sebagian besar pemain utama mereka masih bertahan. Brunson, Karl-Anthony Towns, OG Anunoby, Mikal Bridges dan Josh Hart tetap menjadi bagian penting dari tim.

Namun, ada satu kehilangan yang cukup terasa. Mitchell Robinson meninggalkan New York dan bergabung dengan Boston Celtics. Robinson merupakan salah satu pemain penting Knicks dalam menjaga ring dan mengamankan offensive rebound.

Di sisi lain, Knicks mendatangkan Andre Drummond sebagai tambahan di posisi center. Dengan mayoritas pemain inti masih bersama, New York tetap menjadi kandidat terkuat dari Wilayah Timur.

Spurs ingin menuntaskan "Unfinished Business"

Kalau ada satu tim yang paling punya alasan untuk datang dengan rasa penasaran tinggi, jawabannya adalah Spurs.

San Antonio tampil mengejutkan musim lalu. Dengan Victor Wembanyama sebagai pusat permainan, Spurs finis dengan rekor 62-20 dan kemudian menyingkirkan Oklahoma City Thunder dalam tujuh pertandingan pada final Wilayah Barat.

Sayangnya, perjalanan mereka berhenti di NBA Finals. Spurs kalah 1-4 dari Knicks.

Artinya, musim ini San Antonio tidak perlu membangun ulang. Mereka hanya perlu menyempurnakan sesuatu yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan gelar.

Wembanyama sendiri memasuki musim ketiganya dengan status yang semakin mengerikan. Musim lalu ia menjadi Defensive Player of the Year dan memimpin NBA dalam blok dengan 3,1 per pertandingan. Di sekelilingnya juga ada Stephon Castle dan Dylan Harper yang masih sangat muda tetapi sudah menunjukkan perkembangan menjanjikan.

Dan menariknya, pertandingan pertama Spurs musim ini langsung menghadapkan mereka dengan Thunder.

Seolah-olah NBA ingin mengatakan: "Kita lanjut dari episode terakhir."

Thunder masih punya alasan untuk percaya diri

Oklahoma City Thunder mungkin gagal mempertahankan gelar, tetapi bukan berarti mereka tiba-tiba kehilangan status sebagai kandidat juara.

Thunder menjadi juara NBA pada 2025 dan kemudian memenangkan 64 pertandingan pada musim 2025/2026. Mereka juga hanya kalah 3-4 dari Spurs pada final Wilayah Barat.