Plt Camat Bumiayu, Hendra Pradistyo, mengatakan Gedung Hogwan merupakan bangunan peninggalan era kolonial Belanda. Bangunan tersebut dulunya merupakan pabrik tepung tapioka yang dibangun sekitar 1920.
"Dulunya pabrik tepung tapioka era zaman Belanda. Tapi sekarang sudah tutup dan dipakai untuk olahraga badminton," ungkap Hendra.
Hendra menjelaskan bagian bangunan yang ambruk merupakan sisi selatan. Material reruntuhan kemudian menimpa rumah warga yang berada di sisi tersebut.
"Bagian yang roboh itu yang menghadap ke selatan dan menimpa rumah warga hingga rusak. Tapi belum ada laporan ada yang mengungsi," katanya.
Petugas gabungan hingga Minggu siang masih melakukan penanganan dan membersihkan material reruntuhan Gedung Hogwan. Kondisi sisa bangunan juga terus dipantau untuk mengantisipasi material lain yang masih berpotensi membahayakan petugas maupun warga di sekitar lokasi.