Adam mengatakan peristiwa itu merupakan yang terjadi kedua kalinya. Peristiwa pertama sudah terjadi pada bulan April silam.

"Kejadian ini sudah kedua kalinya di lokasi tersebut. Pertama terjadi di bulan April 2026," bebernya.

Sebelumnya, tanah bergerak di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat pernah terjadi pada Kamis, 16 April 2026. Total tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian empat rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak sedang

Berdasarkan hasil asesmen, pergerakan tanah itu tercatat mencapai panjang sekitar 100 meter, dengan pergerakan dari titik mahkota hingga bawah lereng sekitar 50 meter. Kerusakan meliputi ambruknya bagian dinding, lantai, hingga atap rumah.

Petugas gabungan kemudian segera ke lokasi untuk melakukan penanganan. Saat ini, sebanyak 28 warga telah direlokasi ke tempat yang lebih aman.