Bak penampungan dialiri air dengan memanfaatkan gravitasi. Meski debitnya tidak besar, air tersebut menjadi harapan petani untuk menyiram tanaman, sementara sebagian dialirkan ke perkampungan untuk kebutuhan rumah tangga.

Pipa dan slang plastik yang terpasang hingga 2 kilometer memanjang sampai ke perkampungan dan dijaga setiap hari agar air tetap mengalir. Bak penampungan baru dan pipa induk berukuran besar juga terus dibuat, baik secara swadaya maupun dengan bantuan pemerintah dan sejumlah wakil rakyat.

Ruhiyat (56), petani Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, mengatakan kesulitan air di kawasan perkebunan teh Gedeh semakin parah setelah gempa bermagnitudo 5,6 pada 2022. Sumber air yang sebelumnya tersedia seakan menghilang.