Untuk mendapatkan sumber lain, petani mencari mata air yang lebih jauh di kaki gunung, sekitar 4–6 kilometer dari ladang. Mereka menyambungkan batang pipa agar air sampai ke bak penampungan bersama.

Hampir setiap pekan, petani bergantian melakukan pemeliharaan dan membagi air agar tetap merata ke sejumlah wilayah, termasuk perkampungan warga. Kondisi itu dinilai tidak semestinya terjadi di wilayah hulu yang selama ini banyak menyimpan air.

"Tidak hanya kemarau, sekarang sejak tiga tahun terakhir, kami di kaki gunung sudah kesulitan mendapatkan air untuk pertanian dan rumah tangga. Namun, tahun ini cukup panjang dan berat sehingga berbagai sumber terus diupayakan," katanya.