NADIKABAR.COM — Petani Indramayu mengapresiasi respons Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang langsung menindaklanjuti persoalan di lapangan, terutama terkait irigasi, irigasi perpompaan (IRPOM), pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan).

Aspirasi tersebut disampaikan saat pertemuan 1.000 petani dari 24 basis Serikat Tani Indramayu bersama Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) lalu.

Ketua Serikat Tani Indramayu, Casudi (Bung Udi) mengatakan kedatangan petani bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026 sekaligus untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Salah satu yang paling mendesak adalah kebutuhan air bagi petani yang sebagian besar mengandalkan sawah tadah hujan.

"Tadi sudah kami sampaikan ke Pak Menteri terkait kelembagaan tani yang dibentuk oleh petani. Dan juga untuk jaringan irigasi, IRPOM, juga alhamdulillah semua dikabulkan oleh Pak Menteri. Tujuan kita itu buat petani. Dan alhamdulillah juga Pak Menteri Amran merespons semua tuntutan-tuntutan kita sebagai petani," kata Udi dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, persoalan air menjadi kendala penting bagi petani di sejumlah wilayah Indramayu, khususnya Kroya, Gantar, Terisi, dan Cikedung. Petani mengusulkan agar sumber air dari Bendungan Cipanas dapat dialirkan ke lahan pertanian yang berjarak sekitar satu hingga lima kilometer.

Aspirasi tersebut langsung direspons Amran. Saat petani menyampaikan kebutuhan jaringan irigasi, Amran menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk meminta penjelasan mengenai progres penanganannya.

"Ini rakyat kita, ini saudara kita, ini anak kita. Bagaimana programnya, progresnya? Kalau tidak ada anggarannya, saya pindahkan dari Kementerian Pertanian. Bisa tidak selesai masalahnya ini rakyat? Inilah gunanya kita melayani rakyat," ucap Amran saat berkomunikasi dengan pihak BBWS melalui telepon.