Amran juga meminta kebutuhan IRPOM petani dikawal dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan air yang disampaikan petani segera mendapat tindak lanjut.

Selain irigasi, petani juga menyampaikan persoalan pupuk yang belum diterima sebagian petani. Mendengar keluhan tersebut, Mentan Amran langsung menghubungi manajer pupuk dan meminta persoalan pasokan segera diselesaikan.

"Kenapa ini ada masalah pupuk? Ini minta tambah pupuk. Selesaikan ya. Ini ada seribu orang di sini," tegas Amran saat menelepon manajer Pupuk Indonesia.

Udi mengungkapkan sangat berterima kasih atas respons Amran dan jajaran. Ia juga menjelaskan bahwa sebelunmnya Kementan juga telah memberikan bantuan yang dijanjikan pada aksi penyampaian pendapat beberapa bulan lalu. Sebelumnya, petani Indramayu telah menerima lima unit hand tractor dan enam unit combine harvester.

Dalam pertemuan hari ini, Amran kembali memberikan tambahan dukungan berupa 24 unit hand tractor untuk 24 basis petani, bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.000 hektare, serta tambahan dua unit traktor besar.

Amran juga meresmikan Kelompok Maju Berani Berjuang yang dibentuk langsung oleh petani Indramayu. Kelembagaan tersebut diharapkan memperkuat akses petani terhadap bantuan dan program pemerintah.

Bagi Udi, respons langsung terhadap persoalan di lapangan membuat petani merasa diperhatikan. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diterima sekaligus tindak lanjut terhadap kebutuhan petani.