NADIKABAR.COM — Kecelakaan kereta api di wilayah Bavaria, Jerman adalah salah satu tragedi yang dipicu oleh kelalaian. Adu banteng kereta yang terjadi pada 2016 dipicu oleh kelalaian petugas yang asyik main gim.
Dikutip dari Federal Railroad Administration, pada tanggal 9 Februari 2016, dua kereta penumpang bertabrakan di jalur rel tunggal dekat Bad Aibling di Bavaria, sekitar 60 kilometer (40 mil) di sebelah tenggara Munich, wilayah Bavaria, Jerman.
Kecelakaan itu terjadi di sebuah tikungan di area berhutan di samping kanal, yang membuat masinis dari kedua kereta tidak dapat melihat kereta lainnya sebelum kecelakaan terjadi.
Kedua kereta melaju dengan kecepatan sekitar 60 mil per jam (sekitar 96 km/jam) saat tabrakan terjadi. Sebanyak 12 penumpang tewas dan 85 orang lainnya mengalami luka-luka (23 di antaranya luka serius).
Pihak berwenang menyatakan bahwa petugas pengatur lalu lintas kereta api di jalur tersebut sedang asyik bermain gim di ponselnya, yang kemungkinan besar menjadi penyebab kecelakaan itu.
Sementara itu, menurut jaksa penuntut, petugas tersebut memainkan gim komputer di ponselnya. Petugas melakukan kesalahan dalam pemberian sinyal, lalu menghubungi nomor darurat yang salah.
Penyelidik menyebutkan bahwa waktu saat gim tersebut dimainkan dan waktu terjadinya kecelakaan menunjukkan bahwa "terdakwa telah teralihkan perhatiannya dari tugasnya mengatur lalu lintas kereta api di persimpangan tersebut."
Jaksa penuntut negara bagian menyatakan, petugas melanggar aturan kerja perkeretaapian. Terdakwa menyalakan ponselnya selama jam kerja pada pagi hari saat kecelakaan terjadi. Pelaku memulai sebuah gim komputer daring, dan memainkannya secara aktif dalam waktu yang cukup lama hingga sesaat sebelum tabrakan terjadi.
Para penyelidik menyatakan tidak menemukan bukti adanya kerusakan mekanis atau cacat teknis yang dapat menjadi penyebab kecelakaan tersebut.