NADIKABAR.COM — Aksi kekerasan menimpa seorang petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan seorang relawan di kawasan Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Keduanya mengalami luka-luka setelah dianiaya oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari salah satu basecamp pendakian setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026) sore, sesaat setelah agenda pembersihan jalur pendakian. Zaenal Mutakin, salah satu korban yang juga merupakan relawan, menceritakan kronologi kejadian yang bermula dari keributan di depan basecamp miliknya.

"Kejadiannya setelah agenda bersih-bersih Gunung Gede. Saya yang turun duluan sedang di belakang basecamp memperbaiki saluran air. Kemudian mendengar suara keributan, begitu dilihat sudah cekcok ada ada aksi penganiayaan ke petugas balai," ujar dia.

Melihat situasi yang memanas, Zaenal berupaya melerai pertikaian tersebut agar tidak merembet ke area bangunannya. Namun, upayanya justru berujung pada pengeroyokan terhadap dirinya sendiri.

"Saya tidak tahu duduk permasalahannya. Tapi ributnya depan basecamp saya. Makanya saya coba lerai, jangan ribut di depan basecamp saya," kata dia.

Zaenal mengaku diserang secara membabi buta hingga menderita luka di bagian kepala dan pelipis. Menurutnya, pelaku berjumlah banyak.

"Awalnya jadi marah ke saya, kemudian menganiaya saya. Yang memukulnya banyakan, tidak satu orang," kata dia.

Selain jatuhnya korban luka, massa juga dilaporkan melakukan perusakan terhadap sebuah pos milik relawan di lokasi kejadian. "Setelah kejadian tersebut pos juga dirusak," kata dia.

Kapolsek Pacet, AKP Amir Said, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa petugas TNGGP yang menjadi korban saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif.

"Untuk yang petugas taman nasional masih dirawat di RSUD Cimacan," kata dia.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini. Meski masih menunggu laporan resmi secara tertulis, personel Polsek Pacet sudah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan upaya jemput bola.

"Untuk proses penyelidikan lebih lanjut kami tunggu laporan dari korban. Tapi kami juga jemput bola mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari korban. Untuk kronologis lengkapnya masih menunggu dari petugas," kata dia.