Ia menyebut kondisi kedua korban saat dievakuasi petugas dalam keadaan henti napas dan tidak teraba denyut nadi, kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.
"(Jenis kelamin) pastinya masih proses identifikasi. Tapi dari info awal tadi yaitu korban atas nama Ibu W dan Ibu S, perempuan," katanya.
Menurut dia, petugas dibekali alat self-contained breathing apparatus (SCBA) untuk membantu pernapasan saat melakukan evakuasi korban karena kondisi asap tebal di dalam gedung dapat membahayakan petugas.
"Teman-teman menggunakan SCBA dan juga peralatan-peralatan untuk membuka pintu, misalkan ada pintu yang tidak bisa dibuka," ujarnya.
Proses evakuasi korban, lanjut dia, dilakukan oleh delapan personel yang masuk ke dalam gedung karena akses di dalam relatif sempit.