"Yang lain standby di luar. Untuk yang masuk seluruhnya ada delapan personel karena aksesnya cukup sempit, jadi kita batasi untuk jumlah personelnya," katanya.
Ia menjelaskan beberapa kendala yang dialami petugas saat mengevakuasi korban, di antaranya banyak timbulan asap berbahan kimia yang mengepul di dalam ruangan.
"Ini termasuk evakuasi dengan medan sempit dan juga banyak hazmat ataupun benda-benda berbahaya, bahan-bahan beracun yang bisa menyebabkan tim evakuasi fail. Jadi perlu tim yang benar-benar kompeten," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Berbah, Sleman, AKP Fitrianto Heri Nugroho mengonfirmasi adanya dua korban dalam insiden kebakaran Trans Home dan menyebut korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani identifikasi.
"Ya (korban seorang karyawan)," jawabnya.