Selain kesiapan infrastruktur dan dukungan kebijakan, pemahaman mengenai Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan menjadi salah satu aspek penting dalam menilai kelayakan investasi kendaraan listrik untuk kegiatan usaha.
Kesiapan sistem manajemen daya untuk operasional rantai dingin (cold chain) serta pembelajaran dari penerapan elektrifikasi armada oleh perusahaan logistik juga menjadi bagian dari pembahasan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.
Pengembangan ekosistem logistik hijau turut membutuhkan kolaborasi antara penyedia kendaraan listrik untuk segmen bisnis ke bisnis (B2B), penyedia solusi telematika dan Internet of Things (IoT), penyedia energi seperti PT PLN (Persero), serta perusahaan rantai pasok.
Sementara itu, subtema kedua membahas perluasan elektrifikasi di luar transportasi darat dan pengiriman tahap akhir (last-mile delivery), termasuk integrasi moda transportasi listrik, sektor maritim dan udara, serta standardisasi infrastruktur pengisian daya untuk kebutuhan industri.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu fokus dalam optimalisasi operasional logistik. Penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam manajemen armada dinilai dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan meningkatkan efisiensi operasional.