Di sisi lain, pemanfaatan baterai bekas sebagai sistem penyimpanan energi (Energy Storage System/ESS) berpotensi mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus memperluas pemanfaatan sumber daya energi.

Untuk mendukung penerapan berbagai solusi tersebut, sinergi lintas sektor diperlukan, termasuk antara regulator seperti Kementerian Perhubungan, pengembang teknologi pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (electric Vertical Take-Off and Landing/eVTOL), perusahaan energi, serta asosiasi logistik.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menyelaraskan arah kebijakan, pengembangan teknologi, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan industri dalam mempercepat transformasi sektor transportasi dan logistik.

Melalui PEVC 2026, penyelenggara berharap diskusi yang berlangsung dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan, memperkuat wawasan praktis pelaku industri, serta membuka peluang kemitraan strategis untuk mempercepat elektrifikasi transportasi dan pengembangan ekosistem logistik hijau di Indonesia.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing industri, dan mendukung pembangunan sistem transportasi serta logistik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.