Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 juga masuk dalam Green Book 2026 Kementerian PPN/Bappenas pada Juni 2026. Status tersebut membuka akses potensi pendanaan melalui pinjaman luar negeri sebesar 158,9 juta dolar AS untuk Unit 3 dan 149 juta dolar AS untuk Unit 4.
Selain Lumut Balai, PGE mengembangkan sejumlah proyek lain, di antaranya proyek Lahendong Low Pressure berkapasitas 15 MW yang tarifnya telah disepakati pada April 2026.
Proyek co-generation dengan kapasitas total 230 MW juga ditargetkan menandatangani perjanjian jual beli listrik (PPA) pada kuartal IV 2026.
Sementara itu, proyek Gunung Tiga di Ulubelu dengan kapasitas 2x27,5 MW menjadwalkan uji produksi sumur GTG-B1 pada Oktober 2026 dan ditargetkan beroperasi komersial (COD) pada 2029.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan kinerja operasional dan pengembangan proyek menjadi fondasi perseroan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
"Sebagai world leading geothermal producer, PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal. Kinerja yang solid dan proyek yang terus bergerak menjadi fondasi kami untuk tumbuh secara berkelanjutan," kata Ahmad Yani.