“Fundamental PGE tetap kuat. Produksi tumbuh di atas target, laba meningkat dua digit, dan neraca kami sehat, katanya.
Ke depan, pihaknya terus memperluas akses terhadap pembiayaan berbiaya kompetitif dimana beberapa proyek strategis telah masuk dalam Green Book Bappenas 2026.
"Hal ini membuka peluang pendanaan konsesional (concessional financing) dari lembaga pembiayaan internasional dengan biaya modal lebih rendah, yang diharapkan meningkatkan keekonomian proyek dan daya saing investasi," ujar Fransetya.
Ia menjelaskan bahwa fokus PGE bukan sekadar memastikan ketersediaan pendanaan.
“PGE juga mengoptimalkan struktur permodalan dengan menjaga keseimbangan antara ekuitas dan utang serta profil kredit yang kuat. Dengan begitu, kami terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor,” terangnya.
PGE melanjutkan strategi pertumbuhan melalui optimalisasi aset eksisting, ekspansi kapasitas, serta pengembangan sumber pendapatan baru.
Sejumlah proyek yang dikembangkan mencakup Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.
Perseroan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.