NADIKABAR.COM — Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Fransetya Hasudungan Hutabarat menuturkan, kinerja operasional yang solid turut menopang fundamental keuangan Perseroan dan pada semester I-2026 membukukan pendapatan 79,61 juta dolar AS meningkat 15,48 persen.
"Fundamental PGE tetap kuat. Produksi tumbuh di atas target, laba meningkat dua digit, dan neraca kami sehat. Ke depan, kami terus memperluas akses terhadap pembiayaan berbiaya kompetitif," kata Fransetya dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, beberapa proyek strategis telah masuk dalam Green Book Bappenas 2026. Hal ini membuka peluang pendanaan konsesional (concessional financing) dari lembaga pembiayaan internasional dengan biaya modal lebih rendah.
Ia menjelaskan bahwa ketika mendapatkan biaya yang rendah maka diharapkan dapat meningkatkan keekonomian proyek dan daya saing investasi.
Fransetya menjelaskan bahwa fokus PGE bukan sekadar memastikan ketersediaan pendanaan. PGE juga mengoptimalkan struktur permodalan dengan menjaga keseimbangan antara ekuitas dan utang serta profil kredit yang kuat.
"Dengan begitu, kami terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PGE melanjutkan strategi pertumbuhan melalui optimalisasi aset eksisting, ekspansi kapasitas, serta pengembangan sumber pendapatan baru.
Di mana sejumlah proyek yang dikembangkan mencakup Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.
"Perseroan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034," katanya menambahkan.
Ia mengatakan bahwa hingga 30 Juni 2026, PGE membukukan pendapatan 235,027 juta dolar Amerika Serikat (AS), tumbuh 14,7 persen (yoy) dari 204,850 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih menunjukkan akselerasi pada kuartal II 2026, dari 43,899 juta dolar AS pada kuartal I menjadi akumulasi 79,605 juta dolar AS hingga akhir Juni 2026, atau tumbuh 15,48 persen secara tahunan.
Menurut dia, selain pertumbuhan laba struktur permodalan juga semakin sehat. Ekuitas tercatat 2,006 miliar dolar AS, sementara liabilitas turun 2,80 persen dibandingkan akhir 2025 menjadi 961,184 juta dolar AS.