Berdasarkan laporan Badan Geologi, sejarah kegiatan vulkanik gunung api tersebut diketahui sejak abad ke-19 sampai sekarang. Catatan kegiatan vulkanik berupa letusan maupun peningkatan kegiatan solfatara yang berpusat di Gunung Barujari.

Sejak 1 September 2026 wisata pendakian ke kawasan Gunung Rinjani dibuka secara terbatas guna mencegah terjadinya kebakaran akibat dampak musim kemarau panjang.

Balai TNGR menyatakan layanan booking online melalui aplikasi eRinjani dihentikan sementara hingga kondisi risiko kebakaran dinyatakan aman untuk pembukaan kembali.