NADIKABAR.COM — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat bisnis dan operasional gas bumi melalui pengembangan infrastruktur, perluasan layanan, serta pengembangan energi rendah karbon untuk mendukung transisi energi nasional.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, penguatan bisnis tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional dan pengurangan emisi sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan usaha.

“PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi melalui penguatan infrastruktur dan perluasan layanan kepada berbagai sektor,” kata Fajriyah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, PGN terus mengoptimalkan infrastruktur gas bumi terintegrasi yang mencakup jaringan pipa transmisi dan distribusi serta penyaluran nonpipa melalui gas alam terkompresi (CNG) dan gas alam cair (LNG).

Infrastruktur tersebut mendukung pemenuhan kebutuhan energi bagi sektor industri, komersial, rumah tangga, dan pembangkit listrik, sekaligus memperluas akses pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengelola jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 33.000 kilometer dan melayani lebih dari 820.000 pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, usaha kecil dan menengah, hingga industri dan pembangkit listrik.

Sejalan dengan penguatan bisnis gas bumi, PGN mengembangkan peluang pemanfaatan energi rendah karbon, antara lain biometana yang berasal dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).