PGN mendukung pengembangan proyek biometana di Sumatera Selatan bersama PT Toyota Tsusho Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia, dengan target kapasitas produksi sekitar 150.000 MMBTU per tahun.

Proyek tersebut ditargetkan mulai menyalurkan biometana pada 2027. Dalam kerja sama itu, PGN berperan sebagai pembeli utama sekaligus penyedia infrastruktur penyaluran biometana kepada pelanggan industri.

Selain biometana, PGN menjajaki pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) yang berpotensi mendukung rantai pasok amonia rendah karbon.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui studi yang mempertimbangkan kesiapan teknologi, aspek teknis, kelayakan ekonomi, dan kebutuhan pasar sebelum memasuki tahap penerapan komersial.

“Di saat yang sama, kami juga mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan bisnis dan transisi energi nasional,” ujar Fajriyah.

Dari sisi operasional, hingga Agustus 2026, Subholding Gas Pertamina mencatat realisasi penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2eq), atau 35,3 persen di atas target yang ditetapkan untuk periode tersebut.

Capaian itu didukung berbagai inisiatif dekarbonisasi, termasuk peningkatan efisiensi energi pada fasilitas operasional, pengurangan kehilangan gas, serta optimalisasi penggunaan energi yang lebih rendah emisi.