NADIKABAR.COM — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) siap mengintegrasikan biometana ke infrastruktur gas bumi dalam rangka mendorong pemanfaatan energi rendah karbon di Indonesia.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan, pengembangan biometana dengan memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan.
Dalam proyek tersebut, PGN berkolaborasi dengan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biometana dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.
PGN hadir dalam groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan oleh TTI dan KIS pada Senin (5/10/2026).
Fasilitas ini memanfaatkan limbah organik kelapa sawit, yang ditargetkan memproduksi biometana sekitar 150.000 MMBTU per tahun.
Fajriyah mengatakan, proyek ini merupakan inisiatif pertama di Indonesia yang memproduksi biometana di Sumatera, yang banyak terdapat pabrik kelapa sawit.