Proyek ini juga merupakan bentuk konkret dari memorandum of understanding (MoU) terkait pengembangan biometana di Indonesia antara PGN dan TTI pada 2022.
Dalam kerja sama ini, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biometana tersebut.
Selain itu, PGN juga berperan sebagai transporter yakni biometana yang diproduksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan antara KIS dan TTI, akan disalurkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya melalui jaringan pipa yang dimiliki PGN.
"Kami mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biometana ini. Bagi PGN, hal ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional. PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biometana dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," ujar Fajriyah.
Pemanfaatan biometana menggunakan infrastruktur yang telah tersedia saat menggunakan gas bumi, sehingga pelanggan dapat melakukan peralihan bahan bakar ke biometana melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.
Selain ketahanan energi domestik, pemanfaatan biometana dapat melengkapi penggunaan gas bumi yang terus meningkat seiring dengan berkembangnya upaya dekarbonisasi di sektor industri.