NADIKABAR.COM — Di Indianapolis, pekan lalu, LeBron James hanya mencetak 13 poin dalam kemenangan 114-109 Philadelphia 76ers atas Indiana Pacers. Tapi di angka lain sisa catatan pemain berusia 41 tahun itu adalah 10 assist, dua blok, dan nol kehilangan bola (turnover).
LeBron bukan lagi pemain yang diandalkan untuk menggendong tim memenangi pertandingan. Perannya berganti untuk memastikan orang lain bisa melakukan apa yanh dulu biasa dia lakukan.
Barangkali itu bisa jadi peluang Philadelphia musim 2026/2027. Selama bertahun-tahun, Sixers dikenal sebagai tim yang menggantungkan nasib pada satu atau dua pundak, dan hampir selalu pundak itu milik Joel Embiid.
Musim ini susunannya berubah. Bersama Embiid, Tyrese Maxey, Jaylen Brown, dan VJ Edgecombe, kedatangan LeBron membuat beban tim tersebar ke lebih banyak orang. Hasil awalnya enam kemenangan dari tujuh laga sekaligus puncak klasemen Wilayah Timur.
Embiid paling merasakan perubahan itu. Mantan MVP 2023 tersebut lama menjadi pencetak angka utama sekaligus pusat permainan 76ers, peran yang menuntut banyak dari tubuh dengan riwayat cedera panjang. Dalam tiga musim terakhir ia hanya tampil 96 laga musim reguler. Kini Embiid cukup menguasai area dalam, tempat keunggulan fisiknya paling berguna, sementara urusan membangun serangan bisa diambil LeBron, Maxey, atau Brown.