Pembagian itu juga mengubah cara Maxey bergerak. Ketika LeBron memegang kendali tempo, Maxey tak harus terus mendribel bola dari garis belakang. Ia bisa bebas berlari tanpa bola, mencari celah, lalu memanfaatkan kecepatan untuk menyerang pertahanan yang belum tertata.
Para analis NBA sejak pramusim sudah menyebut duet LeBron dan Maxey sebagai kombinasi paling menjanjikan di skuad ini, karena kemampuan mengatur permainan bertemu kecepatan dan akurasi tembakan.
Brown melengkapi lapisan berikutnya. MVP Final NBA 2024 itu bisa mencetak angka lewat penetrasi, tembakan jarak jauh, maupun duel satu lawan satu, dan postur fisiknya cukup untuk menjaga pemain sayap lawan. Bagi pelatih lawan, keberadaan Brown membuat rencana pertahanan tak bisa lagi difokuskan untuk mematikan Maxey atau mengurung Embiid.
Bukti paling jelas diderita Charlotte pada 31 Oktober waktu setempat. LeBron dan Embiid sama-sama diistirahatkan, dan Sixers sempat tertinggal 13 poin sebelum masuk kuarter keempat dalam posisi kalah.
Maxey kemudian mengambil alih dengan 38 poin, 15 di antaranya di kuarter terakhir. Anfernee Simons menambah 19 poin dari bangku cadangan, dan Edgecombe menutup laga dengan tembakan tiga angka penentu. Philadelphia menang 109-104 dan menjaga catatan sempurna di laga tandang.