Pada 2023 Indonesia memulainya dari babak play-off karena ranking FIFA Indonesia saat itu di bawah 150. Dengan kata lain, Indonesia baru akan tampil dalam Kualifikasi Piala Dunia usai Piala Asia 2027.
Sisi baik lainnya, Piala Asia 2027 akan berlangsung saat mayoritas klub dalam mode libur akhir tahun. Ya, sebagian besar klub akan libur Natal dan Tahun Baru saat Piala Asia bergulir.
Pemain-pemain Indonesia yang berkiprah di luar negeri pun tidak akan kesulitan mendapatkan izin dari klub, meski klub juga tidak berhak menahan pemainnya dilepas ke Piala Asia. Ini aturan FIFA.
Berkaca dari kalender internasional yang telah dirilis FIFA, 2027 nyaris tidak ada agenda bagi Timnas Indonesia. Hanya ada rentang waktu uji coba pada Maret, Juni-Juli, September-Oktober, dan November.
Artinya pula ada potensi bagi Herdman untuk menggelar maksimal 10 laga uji coba sebelum tampil dalam Piala Asia 2027. Ya, minim-minim delapan kali laga persahabatan.
Jumlah ini terbilang cukup sebagai sarana persiapan menuju Piala Asia 2027. Herdman pun punya cukup waktu untuk memanggil pemain baru yang bisa menjadi opsi strategi.
Pemain-pemain yang saat ini dalam kondisi cedera dan kemungkinan belum bisa pulih total atau tampil maksimal pada awal tahun nanti, punya kans dalam kondisi lebih baik.
Karenanya, penundaan Piala Asia 2027 rasanya seperti menjadi berkah bagi Timnas Indonesia. Memang selalu ada kerugian, tetapi sepertinya kali ini tim Merah Putih lebih untung.