NADIKABAR.COM — Piala Asia 2027 yang awalnya akan bergulir pada Januari-Februari diundur ke Desember-Januari. Apa efek pengunduran ini bagi Timnas Indonesia?
Saat ini Timnas Indonesia dalam situasi kebatinan yang positif usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Gelar juara ini bisa menjadi pemantik bagi tim Merah Putih untuk mengukir sejarah baru di pentas Asia.
Pencapaian terbaik Indonesia dalam turnamen empat tahunan ini adalah lolos babak grup. Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar pada edisi 2023 di Qatar.
Dengan skuad yang semakin matang, ada keyakinan Indonesia bisa mencapai babak delapan besar. Ada keyakinan di lubuk hati penggemar, sejarah akan tercipta di Arab Saudi.
Dari segi usia, skuad Garuda memang terbilang matang pada awal 2027 nanti. Berkaca dari skuad juara FIFA ASEAN Cup, hanya ada empat pemain yang sudah usia kepala tiga.
Keempat pemain tersebut adalah Jordi Amat, Joey Pelupessy, Thom Haye, dan Kevin Diks. Akhir tahun 2027 nanti, meski tak sampai setahun, bisa jadi situasi akan berbeda.
Tak menutup kemungkinan Amat semakin lambat, Joey dan Haye mulai kehilangan sentuhan terbaik, dan Diks tidak lagi berkiprah di kompetisi kasta tertinggi Liga Jerman. Tidak ada yang tahun.
Pada saat yang sama Emil Audero Mulyadi, Nadeo Argawinata, dan Calvin Verdonk akan genap masuk usia kepala tiga. Usia memang angka, tetapi ada efek samping di dalamnya.
Ada yang menua, tetapi ada pula yang kian matang. Pemain-pemain seperti Luke Vickery, Mitchell Baker, Ivar Jenner, termasuk Dion Markx, berpotensi tampil lebih baik dari sebelumnya.
Pemain-pemain seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Elkan Baggott, Nathan Tjoe-A-On, dan Ole Romeny, jika tidak mengalami cedera, akan berada di usia keemasan pada akhir 2027 nanti.
Namun, pengunduran waktu ini bisa menjadi berkah bagi John Herdman. Pelatih asal Inggris ini jadi punya extra time, bahkan injury time, untuk mematangkan lagi strategi permainannya.
Baca analisis lanjutannya di halaman berikutnya >>>
Timnas Indonesia memebus babak 16 besar Piala Asia 2023. (REUTERS/Thaier A-Sudani)
Saat Piala Asia berlangsung pada akhir 2027 dan awal 2028, niscaya Kualifikasi Piala Dunia 2030 sudah berlangsung. Biasa mulai Oktober.
Berkaca dari edisi-edisi sebelumnya, Kualifikasi Piala Dunia selalu digelar pada Oktober, setahun setelah pesta sepak bola sejagad itu berlangsung. Namun, Indonesia mungkin belum main.
Untuk kualifikasi benua Asia, jika AFC tidak tiba-tiba mengubah format kualifikasi seperti format Liga Champions Eropa, tahapannya akan dimulai dengan fase pertama atau play-off.
Pada 2023 Indonesia memulainya dari babak play-off karena ranking FIFA Indonesia saat itu di bawah 150. Dengan kata lain, Indonesia baru akan tampil dalam Kualifikasi Piala Dunia usai Piala Asia 2027.
Sisi baik lainnya, Piala Asia 2027 akan berlangsung saat mayoritas klub dalam mode libur akhir tahun. Ya, sebagian besar klub akan libur Natal dan Tahun Baru saat Piala Asia bergulir.
Pemain-pemain Indonesia yang berkiprah di luar negeri pun tidak akan kesulitan mendapatkan izin dari klub, meski klub juga tidak berhak menahan pemainnya dilepas ke Piala Asia. Ini aturan FIFA.
Berkaca dari kalender internasional yang telah dirilis FIFA, 2027 nyaris tidak ada agenda bagi Timnas Indonesia. Hanya ada rentang waktu uji coba pada Maret, Juni-Juli, September-Oktober, dan November.
Artinya pula ada potensi bagi Herdman untuk menggelar maksimal 10 laga uji coba sebelum tampil dalam Piala Asia 2027. Ya, minim-minim delapan kali laga persahabatan.
Jumlah ini terbilang cukup sebagai sarana persiapan menuju Piala Asia 2027. Herdman pun punya cukup waktu untuk memanggil pemain baru yang bisa menjadi opsi strategi.
Pemain-pemain yang saat ini dalam kondisi cedera dan kemungkinan belum bisa pulih total atau tampil maksimal pada awal tahun nanti, punya kans dalam kondisi lebih baik.
Karenanya, penundaan Piala Asia 2027 rasanya seperti menjadi berkah bagi Timnas Indonesia. Memang selalu ada kerugian, tetapi sepertinya kali ini tim Merah Putih lebih untung.