"Situasi luar biasa telah muncul terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan kompetisi sesuai jadwal semula, sehingga penundaan menjadi langkah yang perlu diambil demi kepentingan seluruh tim peserta, ofisial, penonton, dan pemangku kepentingan lainnya," tulis AFCΒ dalam keterangan resmi.

Selain itu, situasi wilayah yang tidak kondusif memicu hambatan logistik yang besar serta gangguan penerbangan internasional. Maka dari itu, AFC menilai risiko keselamatan terlampau tinggi untuk memaksakan turnamen berjalan sesuai jadwal.

Lebih spesifik, penundaan ini dipicu oleh serangkaian serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi Yaman yang menyasar wilayah vital Arab Saudi.