NADIKABAR.COM — Piala Asia 2027 dipastikan tetap di Arab Saudi sekalipun situasi geopolitik di Timur Tengah memanas.
Saat ini situasi Timur Tengah lagi panas setelah penyerangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi
Akibat serangan itu, bandara pun menutup kegiatan operasionalnya hingga 18 Oktober. Situasi ini terjadi hanya beberapa bulan menjelang Piala Asia yang akan digelar di Arab Saudi awal tahun depan.
Situasi panas ini membuat sejumlah negara mulai berpikir ulang soal keikutsertaan mereka di ajang itu. Salah satunya Federasi Sepakbola Austria yang lagi memantau betul perkembangan situasi di Arab Saudi.
Ada kekhawatiran jika konflik terus berlangsung, maka akan mengancam keamanan dan keselamatan tim-tim peserta. Maka ada opsi untuk menunda turnamen itu sampai 2028 atau memindahkannya ke negara lain.
Terkait rumor tersebut, Federasi Sepakbola Asia (AFC) menegaskan kalau Piala Asia 2027 tetap digelar sesuai jadwal, 7 Januari-5 Februari, dengan Arab Saudi sebagai tuan rumah.
Meski demikian, Panitia Lokal (LOC) Arab Saudi akan terus memantau perkembangan keamanan di negara mereka.
"Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) Piala Asia AFC Arab Saudi 2027 memastikan bahwa persiapan tetap sesuai jadwal untuk turnamen yang akan berlangsung dari 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Kami akan terus berkoordinasi dengan Federasi Sepakbola Asia (AFC) dan pemangku kepentingan terkait lainnya," ujar pernyataan LOC Piala Asia 2027 yang diterima NadiKabar.
"Persiapan di semua bidang organisasi dan operasional berjalan sesuai jadwal yang telah disetujui, termasuk pekerjaan di tempat pertandingan, fasilitas, dan layanan pendukung. Fokus utama tetap menyediakan pengalaman turnamen kelas dunia bagi tim peserta, penggemar, dan media dari seluruh Asia, sekaligus menyatukan benua ini melalui sepakbola."
"LOC tetap berkomitmen untuk menjaga persiapan tetap sesuai rencana dan memastikan sumber daya yang diperlukan tersedia untuk menyelenggarakan turnamen yang mewakili ambisi serta standar Arab Saudi sebagai tuan rumah. Pada saat yang sama, LOC akan terus memantau perkembangan yang relevan dengan turnamen dan memastikan kondisi sebaik mungkin agar turnamen bisa terselenggara."