Prabowo dalam pidato di Jakarta, Jumat (18/9), mengatakan terdapat pakar yang menurutnya melontarkan fitnah dan mengingatkan pentingnya kejujuran intelektual. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo antara lain menggunakan ungkapan "saking pintarnya jadi goblok".

Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, Mahfud mengatakan memang terdapat pakar maupun profesor yang menurutnya tidak memenuhi standar kepakaran.

Namun, ia juga menyatakan presiden maupun pejabat lainnya dapat memiliki kekurangan serupa.

Mahfud tidak secara spesifik menyebut Prabowo sebagai presiden yang dimaksud dalam pernyataannya.

Pigai kemudian mengatakan kritik Presiden tersebut tidak seharusnya dipahami sebagai generalisasi terhadap seluruh pakar.

Ia mengaitkan pihak yang dimaksud Presiden dengan kelompok yang menurutnya berada dalam pola pasca-kebenaran (post-truth).