Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, keahlian keinsinyuran tidak boleh hanya berfokus pada proyek berskala besar, tetapi juga harus menghasilkan solusi teknis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Menurut Dedi, persoalan kemacetan dan banjir yang terus berulang di perkotaan perlu dievaluasi dari sisi perencanaan dan pelaksanaan rekayasa tata ruang.
βSehingga tata ruang yang sekarang yang disusun oleh Pemprov Jabar nanti secara engineering kita akan detailkan menjadi sesuatu yang bisa merubah wajah Jawa Barat sebagai prototype penataan ruang yang memadai yang ramah lingkungan,β katanya.