Sementara itu, hari ketiga diisi dengan kegiatan lingkungan dan sosial, termasuk penanaman pohon, Indonesia Spices Experience, pertemuan AFEO Governing Board, serta kegiatan budaya sebelum ditutup melalui upacara penutupan.

Ilham mengatakan pemilihan Bandung sebagai tuan rumah memiliki makna strategis karena kota tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan, riset, teknologi, industri strategis, dan inovasi di Indonesia.

Melalui CAFEO 44, PII berharap pertemuan para insinyur ASEAN dapat menghasilkan kolaborasi dan aksi nyata untuk mendukung pembangunan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.

β€œMasa depan ASEAN tidak akan sekadar dibayangkan. Masa depan itu akan dirancangβ€”secara bersama-sama,” ujar Ilham.