Namun, di balik pencapaian dan sistem yang telah terbentuk sekarang, Taufiq mengatakan ide-ide tersebut sempat mendapat penolakan dari warga setempat.

Ia pun menekankan pentingnya pemberian penjelasan yang mudah dimengerti oleh warga. Selain itu, pemberian informasi kepada seluruh warga tanpa pengecualian, transparansi laporan keuangan, serta program evaluasi juga berperan penting dalam menghadapi penolakan tersebut.

"Makanya warga ini diedukasi untuk dijadikan sebagai subjek pembangunan, jangan cuma objek pembangunan," tegasnya.

Taufiq sendiri merupakan salah satu peserta kategori penggerak dalam program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Pilah Olah Sampah Heroes 2026. Pemprov DKI Jakarta menggelar ajang ini untuk mengapresiasi para pahlawan lingkungan yang memiliki aksi nyata atau aktif dalam mengajak warga peduli sampah.

Kini menginjak tahap verifikasi lapangan, Taufiq dan 14 peserta lainnya akan diseleksi menjadi total 10 peserta yang akan masuk tahap final. Para finalis tersebut akan mengikuti penilaian final pada Senin (9/11) mendatang.

Pemenang dari ajang ini baru akan diumumkan pada Selasa (10/11) dan mendapatkan penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.